Bahasa Indonesia

  • Elia Tambunan

Abstrak

Gerakan Pentakosta diakui kontribusinya terhadap pertumbuhan gereja secara global maupun teori-teori sosial kontemporer. Namun oleh kaumnya sendiri pentakostalisme seringkali diposisikan hanya sebagai kebangunan rohani, pengalaman dengan Roh Kudus, dan kesembuhan ilahi yangmana dalam perkembangannya menjadi dikait-kaitkan dengan persoalan eskatologis. Dari sisi metodologi, sarjana Pentakosta di luar Indonesia menganalisis Pentakostalisme berdasarkan perspektif agama dan teologi dengan pendekatan teori ritual dan studi spiritualitas. Para teolog, aktivis, dan intelektual maupun sarjana Pentakosta di Indonesia juga belum mengembangkan kajian Pentakosta secara metodologis lebih lanjut. Mereka belum menggunakan kerja metodologis untuk mengembangkan kajian gerakan Pentakosta menjadi kerangka pikir yang bermanfaat dalam kajian teoritis maupun penelitian lapangan di sekolah-sekolah tinggi kepentakostaan yang ada. Sebaliknya, oleh ilmuan sosial justru memanfaatkan kaum Pentakosta sebagai objek utama penelitian tentang fenomena sosial namun baru sebatas kajian terhadap dimensi pengalaman beragama.

Diterbitkan
2019-05-06
##submission.howToCite##
TAMBUNAN, Elia. Bahasa Indonesia. , [S.l.], v. 2, n. 1, mei 2019. ISSN 2599-3100. Tersedia pada: <http://jurnal.sttsati.org/index.php/sati/article/view/48>. Tanggal Akses: 20 mei 2019
Bagian
Artikel