Interaksi Yesus dengan Petrus dalam Injil Matius 16:21-28 sebagai Model Penanganan Masalah Kejiwaan

  • Silwanus Gabriel

Abstract

Penulis berargumen bahwa pelayanan Pentakosta yang bersentuhan dengan penanganan masalah kejiwaan (PMK) dapat menggunakan kisah interaksi Yesus dengan Petrus dalam Matius 16:21-28 sebagai dasar pijakannya. Memang kisah itu pada mulanya tidak dimaksudkan sama sekali untuk berbicara tentang PMK, tetapi ketika dibaca dengan menggunakan teori psikologi Kristen, maka dari dalamnya akan dapat dimunculkan prinsip-prinsip dasar PMK. Interaksi Yesus dengan Petrus dalam Matius 16:21-28 juga menampilkan aspek cognitive-behavioural. Dengan piawai Matius menarasikan cara yang digunakan Yesus untuk memberikan semacam terapi kepada Petrus. Matius mencatat peristiwa ini dengan lebih lengkap dibandingkan dengan catatan Markus dan Lukas. Kelengkapan catatan inilah yang membuat Tulisan Matius cocok digunakan sebagai model PMK. Untuk tujuan ini, telaah paralelisme, penelusuran latar belakang dan budaya akan digunakan untuk menemukan keunikan presentasi Matius dibandingkan kedua Injil yang lain. Berikutnya, presentasi Matius tentang perkataan dan tindakan Petrus kepada Yesus dan tanggapan Yesus terhadap perkataan dan tindakan itu akan dianalisa dengan menggunakan terapi cognitive behavioral. Pada akhirnya, hasil telaah ini akan dilihat dari sisi Pentakosta sebagai sebuah model PMK.

Published
2019-10-14
How to Cite
GABRIEL, Silwanus. Interaksi Yesus dengan Petrus dalam Injil Matius 16:21-28 sebagai Model Penanganan Masalah Kejiwaan. Jurnal Teologi Amreta, [S.l.], v. 2, n. 2, oct. 2019. ISSN 2599-3100. Available at: <http://jurnal.sttsati.org/index.php/sati/article/view/51>. Date accessed: 07 aug. 2020.